Menabung sangat dianjurkan Islam, sebagaimana memandang pentingnya akhirat (masa depan) dibanding dunia (saat ini). Bukan berarti kita tidak memperhatikan kehidupan saat ini, namun justru harus diperhatikan dengan baik, diatur, ditata, dan dikelola dengan benar agar berdampak baik untuk masa depan.
Bagaikan menanam biji benih, menabung juga memiliki persyaratan yang membuatnya tumbuh dan perkembang diantaranya sebagai berikut :
- Memilih biji benih yang unggul, yaitu jenis tabungan apa yang akan kita lakukan? Apakah tabungan biasa, tabungan pendidikan, tabungan hari tua, dll. Cepatnya pertumbuhan tabungan bisa diperoleh dengan memilih jenis tabungan yang tepat.
- Memilih lokasi tanah yang subur, yaitu dengan memilih perusahaan pengelola yang aman. Hasil yang cepat tidak menjadi tujuan satu-satunya, masih ada pertimbangan penting lainnya, yaitu keamanan investasi. Investasi terbaik memiliki kriteria aman dan cepat.
Oke, pertanyaannya adalah Jenis tabungan apa yang memenuhi kriteria tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat pengelolaan tabungan kita oleh pihak Bank.
Kita mempercayakan pihak bank yang mengelola uang tabungan kita, dengan cara bank meminjamkannya kepada para kreditur (pengusaha), obligasi (dibelikan saham perusahaan), diinvestasikan ke property dan komoditi. Dari pengelolaan dana inilah pihak Bank mendapatkan keuntungan. Selanjutnya keuntungan ini diberikan kepada nasabah dalam bentuk faidah ataupun bunga. Kita sebagai nasabah tidak mengetahui seberapa bagus tingkat investasi bank di sektor riil, maka tidak heran kemudian ada bank yang kolaps akibat ketidakmampuan menata investasinya. Sektor riil merupakan andalan bank, jika sektor riil terganggu, maka suku bunga menurun, inflasi melambung, dan hasil investasi kita menjadi tidak bermakna.
Peran pemerintah dalam mengendalikan sektor riil menjadi sangat penting, namun jika situasi politik memanas dan tingginya tingkat korupsi, menyebabkan situasi investasi tidak terkendali.
Akankah kita mempercayakan investasi kepada system yang tak terkendali?
Semestinya ada system cadangan yang terlepas dari sektor riil dan tidak terpengaruh situasi politik pemerintahan yang bisa memberikan penghasilan tambahan dari investasi tabungan kita. Dengan cara ini bisa saja penghasilan tambahannya menjadi lebih besar, tergantung kepada minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya manabung. System ini sebut saja “Automatic Passive Income Generetor - APIG”, yaitu sebuah system yang mendata secara otomatis tingkat aktivitas investor yang menabung. Setiap muncul aktivitas investasi, maka system membaca sebagai sebuah point yang tersusun berdasarkan system matrix di APIG. Point-point tersebut akan terus bertambah akibat munculnya investor baru, ataupun nasabah lama yang menabung setiap bulannya.
Setiap point bernilai Rp. 500,-
Dengan bertambahnya investor baru (4 point), dan transaksi tabungan perbulan dari para investor terdahulu (8 point) akan menjadikan APIG berjalan dengan sangat cepat memenuhi matrix. Setiap point yang kita miliki memberikan hasil sampai 20 level matrix. Nah tinggal kalikan saja berapa yang kita peroleh setiap bulan? Hasil ini diluar dari investasi yang dikelola oleh fund management.
System APIG tidak terpengaruh oleh tingkat suku bunga, inflasi, ataupun kondisi politik pemerintahan yang bisa mengganggu sektor riil. System APIG berjalan secara otomatis sesuai dengan aktivitas investor (baru maupun tabungan per bulan) yang menambahkan point-point secara otomatis.
Model simulasinya dapat digambarkan sebagai berikut :
Aplikasinya adalah sebagai berikut :
- Kita menabung secara rutin setiap bulan sebesar Rp. 350.000,- sudah termasuk asuransi jiwa hingga usia 100 tahun dengan uang pertanggungan (UP) 15 juta, dan asuransi kesehatan hingga usia 70 tahun dengan biaya rumah sakit Rp. 200 ribu per hari.
- Aktivitas tabungan berjalan selama 3 (tiga) tahun saja. Dengan total nilai investasi Rp. 12.600.000,-
- Uang tabungan kita dikelola oleh fund management yang disyahkan pemerintah, yaitu PT. MEGA GLOBAL FINANCE (Group Bank Mega) dan PT. SINAR MAS MULIA ARTHA. Selama 25 tahun diinvestasikan menjadi 434 juta (dengan asumsi tingkat investasi 18%)
- Selain mendapatkan keuntungan investasi dari fund management, kita juga mendapatkan keuntungan dari system APIG setiap bulannya.
- Misalkan pada satu bulan, salah satu titik APIG kita mencapai 10 Level, maka berapa jumlah titik yang ada dikalikan Rp. 500. Begitupula titik APIG kita yang lainnya, berapa jumlah titik yang berada di bawahnya kemudian dikalikan Rp.500.
- Pada bulan berikutnya, berapa level baru yang terbentuk akan memberikan penghasilan tambahan. Demikian hingga mencapai 20 level maka titik kita sudah tidak menghasilkan lagi. Namun bukankah kita punya banyak titik?
- Selama menabung, kita akan memiliki 188 titik APIG. Yaitu 4 titik di bulan pertama, dan 8 titik x 23 bulan. Loh, kan nabungnya selama 3 tahun, kenapa tidak dikalikan 35 bulan? Ya..tahun ke tiga tabungan kita sudah tidak menambahkan titik baru di APIG.
- Hebatnya lagi, ketika tingkat kesadaran masyarakat tinggi terhadap pentingnya investasi, maka dengan sendirinya penghasilan dari system APIG bisa menutupi tabungan kita setiap bulannya. (Bahkan bisa untung sangat besar!)
- Begitulah investasi berputar tidak berhenti sebagaimana air hujan menyuburkan tanah, mengalirkan sungai. Dan air yang ada di permukaan bumi kembali menguap ke atas dalam bentuk awan, kemudian kembali lagi dalam bentuk hujan.
Pertanyaan :
1. Apa bedanya dengan matrix biasa?
- Pada system matrix biasa, titik yang awal tidak akan turun lagi ke bawah. Sehingga hanya menguntungkan siapa yang pertama saja. Sementara di system APIG, siapapun yang pertama, maka pada bulan berikutnya ia akan mengisi titik di bawah member yang baru.
- Dengan pola APIG ini akan terjadi saling bantu-membantu memenuhi setiap level.
2. Apakah ini money game?
- Bukan, karena APIG hanya bonus tambahan dari investasi tabungan kita. Yang kita jual bukan APIG-nya melainkan investasi tabungannya yang berasuransi.
- Sehingga orang tidak bisa hanya memanfaatkan APIGnya saja, kecuali ia harus berinvestasi dalam bentuk tabungan.
3. Apakah ini yang disebut system pyramid?
- Bukan, karena pada system pyramid yang diuntungkan hanya orang yang awal-awal saja. Sementara di system APIG semua akan saling mengisi di level-level bawah pada bulan berikutnya.
4. Apakah ini halal?
- Halal ataukah haram tergantung dari tiga hal :
- 1. Niat, jika niat kita hanya untuk untung-untungan dan tidak ada kejelasan hasil maka bisa menjadi haram. Nah di produk ini yang kita jual adalah tabungan yang diinvestasikan kepada Fund Management yang disahkan pemerintah. Tabungan kita bisa diambil kembali dengan nilai tunai sesuai perhitungan tingkat investasi.
- 2. Cara menjalankan, sekalipun produknya halal namun cara menjalankannya dengan menipu maka haram hukumnya. Atau seperti menjual beras dengan cara mengurangi timbangan. Nah produk tabungan ini sebagaimana kita menabung di bank (bahkan ditambahkan asuransi yang sangat bermanfaat) yang dikelola oleh Fund Management tidak mungkin ada unsur tipu-menipu. Sebab jika terjadi, maka kredibilitas Mega Group dan Sinar Mas akan sangat buruk.
- 3. Lebih besar manfaat ataukah mudharatnya, jika dampak yang dihasilkan lebih banyak menimbulkan mudharat (kerugian) maka menjadi haram, sekalipun produknya adalah halal. Sebagaimana memakan berlebihan sehingga menjadi muntah dan sakit maka haram hukumnya. Nah di produk tabungan ini sangat jelas lebih banyak manfaatnya dibanding kerugiannya. Bandingkan saja jika kita membeli motor dengan cara kredit selama 3 tahun misalnya, lalu pada 25 tahun kemudian apakah motor kita bisa dijual dengan harga 100 juta?
Sahabat, semoga ini menjadi wacana kita bahwa sudah saatnya kita bangga dengan terobosan baru karya anak bangsa. Alhamdulillah system ini telah diciptakan dan dipatenkan oleh PT. Global Media Nusantara sebagai perusahaan yang terbukti selalu memiliki inovasi baru dan kokoh dalam systemnya.
Kini, seberapa penting makna sebuah investasi dalam kamus kita? Dengan system yang tepat, investasi kita bisa tumbuh dengan cepat dan aman!
Wallahu A’lam Bisshowab .